Jumat, 15 Juli 2011

Kunker Komisi I DPR RI ke Provinsi Papua Barat 10-12 April 2011



Presentasi Kepala LPP. TVRI Stasiun Papua
Tema (ditetapkan oleh DPR RI):
"Semboyan sekali di udara tetap di udara hanya dapat dilaksanakan manakala elemen pendukung terkait terlibat bergerak sesuai tipe masing-masing secara profesional agar masyarakat tetap terpatri dalam sesanti Bhineka Tunggal Ika".

TVRI Stasiun Papua adalah Lembaga Penyiaran Publik (LPP), klasifikasi tipe B,
daerah operasional TVRI Papua, menjangkau seluruh Provinsi Papua dan Papua
Barat dengan motto “Noken Kita Bersama” karena berorientasi pada budaya dan
kearifan lokal sebagai simbol diikat dalam kebersamaan.
Kebhinekaan Indonesia harus juga dipahami melalui kebhinekaan masyarakat multikultural di daerah termasuk masyarakat Papua dan Papua Barat. Tanah Papua didiami oleh lebih dari 250 suku dan memiliki budaya masing-masing dan saling bersaing satu dengan yang lainnya.

Para pengambil keputusan, Tokoh Agama dan Tokoh Adat serta Tokoh Masyarakat telah merancang bangunan Papua baru sebagai masyarakat multikultural yang berbasis Bhineka Tunggal Ika.

LPP TVRI, khususnya LPP TVRI Papua berperan serta dalam mensosialisasikan rancangan tersebut melalui program siarannya agar mampu menjadi daya dorong kemajuan masyarakat Papua dan Papua Barat.

LPP TVRI Papua menetapkan motto “Noken Kita Bersama” karena berorientasi pada budaya dan kearifan lokal sebagai simbol diikat dalam kebersamaan.

“Noken” adalah tas jala dijalin dari kulit kayu sebagai media yang umumnya
digunakan oleh oleh masyarakat Papua untuk mengisi bahan hasil bumi, hasil
ternak dan lain lain bahkan untuk menggendong bayi, untuk mengisi barang-barang
berharga dan sebagai alat pembayaran maskawin yang sah/resmi serta ada yang
dipakai untuk hiasan dalam memainkan tarian dan masih banyak lagi. Noken
memiliki simbol tersendiri yang menggambarkan jatidiri masyarakat Papua bahkan
Noken merupakan simbol kesuburan, kebersamaan, persatuan, perlindungan, kerja
dan kepercayaan termasuk di dalamnya tolong-menolong dan kemandirian
masyarakat Papua serta merupakan ikon budaya banyak suku bangsa di Papua.

TVRI Sebagai LPP :
Mengemban tugas menyelenggarakan kegiatan penyiaran pelayanan umum.
Seluruh kegiatan penyiaran dan kegiatan terkait TVRI, sepenuhnya didedikasikan untuk kesejahteraan publik melalui pengembangan masyarakat sipil, khususnya dalam mendukung nilai-nilai publik, hukum, moral, dan struktur masyarakat demokrasi yang menghormati martabat dan hak-hak kemanusiaan.

SIARAN TVRI MENGACU PADA BHINEKA TUNGGAL IKA
- Secara Terintegrasi, ditujukan untuk mengikat kesadaran pemirsa terhadap arti penting kebhinekaan berbasis multikulturisme untuk hidup berdampingan secara damai.
Program Siarannya, difungsikan sebagai salah satu faktor penting dlm pelaksanaan komunikasi pluralistik untuk setiap orang dan kelompok.
- Refrensi Publik, sebagai faktor perekat sosial dan integrasi individu, kelompok dan masyarakat.Program Siarannya, beraneka ragam, inovatif, dan variatif dengan memperhatikan standar mutu dan etika.
- Secara tegas menolak segala bentuk diskriminasi budaya, gender, agama, serta segala bentuk pembedaan suku/ras dan strata sosial seraya memberi akses dan memperhatikan kepentingan kelompok minoritas.
- Mencerminkan keberagaman filosofi dan agama dalam masyarakat yang majemuk dengan tujuan mempertinggi pemahaman dan rasa saling menghormati antar anggota masyarakat untuk memupuk semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
- Dalam kaitan demokratisasi informasi, kebijakan penyiaran TVRI mencerminkan peranserta aktif dalam penyiaran nasional dan global, khususnya mengampanyekan identitas bangsa dan menjadi agen perubahan masyarakat,diarahkan kepada perwujudan masyarakat informasi melalui penyediaan informasi dan komentar yang akurat, aktual, benar, relevan dan seimbang serta netral, sehingga dapat menjadi forum diskusi dan wacana publik yang sehat dan bertanggung jawab.

Di bawah ini acara2 TVRI Papua yang mengacu pada Bhineka Tunggal Ika :
- Acara Pesona Budaya Nusantara, menyajikan keanekaragaman budaya suku-suku Papua dan perpaduan budaya. Berbeda Suku dan berbeda pakaian adat tapi satu bangsa sebagai aset bangsa Indonesia. Paket acara ini disiarkan secara lokal dan setiap bulan disiarkan juga secara Nasional di Jakarta setiap tanggal 27,Pukul 13.30 – 14.00 WIT.
- Acara Pelangi Desa, Prestasi warga desa/kampung, Produk unggulan, Profil kampung dan petani berprestasi untuk menjadi inspirasi bagi kampung2 dan petani2 lainnya di Papua. Acara ini disiarkan secara lokal dan juga secara Nasional di Jkt setiap tanggal 27, Pukul 15.30 – 16.00 WIT.
- Acara PUTAR kah, menyajikan lagu daerah/pop Papua dan daerah lain, serta lagu pop lainnya. Lagu yang ditayangkan dipilih oleh pemirsa dan diberi kesempatan untuk berkirim salam. Melalui seni/lagu yang ditampilkan, diharapkan saling memahami dan menghargai kebhinekaan daerah.
- Acara Dialog Interaktif Pendidikan, menambang SDM anak Papua yang bersekolah di luar daerah agar sejajar dengan daerah lain, sekaligus mengetahui budaya daerah lain.
- Daerah Membangun, adalah sajian yang menginformasikan upaya pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan,pengembangan wilayah dan pembangunan perekonomian, kapet, kawasan lindung, kawasan budidaya dan potensi pariwisata, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Acara ini disiarkan secara lokal dan juga secara Nasional setiap tanggal 27, Pukul 11.30 – 12.00 WIT.
- JENDELA PAPUA, adalah program variety show dengan sajian Talk Show/ Dialog Interaktif tentang berbagai informasi berupa info bisnis, layanan masy, feature/ human interest, didukung visual, menghadirkan tokoh/nara sumber, diselingi lagu-lagu daerah Papua dan dipandu oleh dua orang host.
- SENANDUNG PAPUA, menyajikan lagu-lagu daerah Papua diiringi musik tradisional dan modern.
Siaran TVRI Papua mengudara dan tetap mengudara karena adanya dana APBN dan kerjasama Paket Acara dan Penunjang lainnya untuk melayani masyarakat Papua dan Papua Barat sbb. :
- Pemprov. Papua (Biro Humas & Protokol dan Dinas PTIK), Informasi, sosialisasi program dan penyewaan transponder satelit Telkom 1.
- DPR Papua, acara Parlementaria
- Pemda Kabupaten/Kota Prov. Papua dan Papua Barat, acara Daerah Membangun, Pelangi Desa dan Pesona Nusantara
- Komisi Penanggulangan Aids Papua, sosialisasi program
- Lembaga Pendidikan, LSM dan Organisasi kemasyarakatan
Dengan tetap membuka saluran suara rakyat yang kurang mendapatkan akses informasi untuk mendapatkan keinginan dan kebutuhannya.

Berikut adalah beberapa persoalan yang dihadapi TVRI Papua:
– Jangkauan siaran atau coverage area. Sebagai wilayah yang berbatasan
langsung dengan negara lain dan rawan dari persoalan ancaman kedaulatan,
keberadaan TVRI di Papua sangat penting. TVRI papua dapat menjadi sumber

informasi utama sekaligus media yang akan menjadi rujukan masyarakat.
Namun demikian, pentingnya keberadaan TVRI ini tidak didukung oleh
coverage area. Ssiaran lokal TVRI Stasiun Papua masih terbatas dan belum
menjangkau seluruh wilayah operasional kerja yang meliputi Papua dan Papua
Barat. Padahal provinsi ini memiliki wilayah perbatasan dengan negara
tetangga dan masih banyak daerah tertinggal serta rawan konflik vertikal
(separatisme)
Tingginya wilayah blank spot. Bentuk topografi dan geografi Papua dan Papua
Barat menjadi kendala bagi pembangunan pemancar sehingga terdapat banyak
blank spot area karena tidak adanya menara pemancar TVRI sehingga TVRI
Papua baru mampu melayani sebagian kecil penduduk perkotaan saja.
Minimnya jam siaran. Jam siaran lokal TVRI Papua selama 4 jam pukul 17.00 –
21.00 WIT dan secara rutin siaran dilaksanakan pada setiap hari senin-minggu.
(18 Jam siaran Nasional). Siaran TVRI Papua dipancarkan melalui satelit,
penyewaan transponder dibiayai oleh Pemda Provinsi Papua.
Kondisi peralatan pemancar pada TVRI Papaua adalah sebagai berikut:
a. Pemancar proyek ITTS lokasi Polimak, Tanah Merah (Prov. Papua) tahun
2010 dan pemancar manokwari (Prov. Papua barat) tahun 2010 , kondisi
baik.
b. Dari keseluruhan peralatan pemancar yang ada yaitu 26 satuan pemancar
(20 satuan milik TVRI = 6 off dan 6 satuan milik pemda = 2 off) rata-rata
sudah berusia lebih dari 25 tahun dengan kondisi power rata-rata 10 % – 60
% (kecuali proyek ITTS)
Sebagian besar menara/tower perlu pemeliharaan dan ada 2 lokasi (Merauke
dan Sarmi) yang perlu segera direnovasi.

SARAN DAN REKOMENDASI TINGKAT LANJUT
Dari hasil kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Propinsi PAPUA BARAT, Tim
Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI menyampaikan beberapa saran dan rekomendasi
untuk TVRI sebagai berikut:

Sebagian besar bangunan telah mengalami kerusakan dan perlu direnovasi
Peralatan studio serta sarana prasana lain masih sederhana
Sebagai media pemersatu, maka TVRI perlu:
a. dilakukan penambahan stasiun di wilayah-wilayah strategis,
b. penambahan peralatan studio (in door maupun out door),
c. pengadaan pemancar baru atau mengganti yang lama dan
d. merehabilitasi gedung, tower pemancar dan sarana prasarana
lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar